Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mendag Ungkap Biang Kerok Neraca Perdagangan RI Defisit 2 Bulan

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei dan Juni 2026 disebabkan kenaikan harga minyak dunia, bukan pelemahan ekspor. Nilai ekspor Januari-Juni 2026 tetap tumbuh 4,13%. Defisit Juni menyusut menjadi US$450 juta, turun dari US$1,6 miliar di Mei. Surplus non-migas naik dari US$2,15 miliar menjadi US$3,04 miliar.

Defisit migas menjadi penyumbang utama: US$3,49 miliar (Juni) dan US$3,75 miliar (Mei). Lonjakan harga minyak Maret-April mendorong nilai impor migas. Namun volume impor migas turun 12%: 4,9 juta ton (April) menjadi 4,3 juta ton (Mei). Volume impor non-migas juga turun dari 21,5 juta ton menjadi 18 juta ton.

Budi menilai volume impor yang turun menunjukkan permintaan terkendali. Kenaikan harga minyak global menjadi tekanan utama neraca perdagangan. Ia optimistis ekspor tetap tumbuh didukung kerja sama seluruh komponen masyarakat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait