Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Kembali di Bawah US$ 100 Usai Trump Buka Diplomasi dengan Iran

Harga minyak dunia kembali di bawah US$100 per barel setelah Presiden AS Donald Trump membuka peluang diplomasi dengan Iran dan menunda serangan terhadap milisi Houthi di Yaman. Pada perdagangan Senin, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 4,5% ke US$95,78 per barel, sementara harga minyak Brent turun 3,4% ke US$100,34 per barel, bahkan sempat menyentuh level terendah US$98,98 per barel. Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan selama empat hari berturut-turut, didorong oleh penilaian pasar bahwa gangguan jaringa pipa East-West milik Arab Saudi tidak setinggi sebelumnya.

Pasar juga menilai ekspor minyak dari Timur Tengah masih cukup tahan meski Arab Saudi menutup jaringa pipa East-West. Analis JPMorgan melaporkan aliran minyak rata-rata mencapai 17 juta barel per hari dalam 10 hari terakhir, sekitar 6 juta barel per hari di bawah rata-rata 2025. Ekspor melalui Selat Hormuz juga terus meningkat hingga sekitar 80% dari level sebelum perang, menunjukkan ketahanan pasokan meski tanpa eskalasi besar.

Meski tekanan harga mereda, risiko tetap ada karena situasi keamanan di kawasan masih fluktuatif. Serangan Houthi ke Riyadh dan Yanbu, serta serangan terhadap dua kapal tanker di Selat Hormuz, masih menjadi faktor pengganggu. Trump menyatakan dirinya dalam 'mode menentukan keputusan' dan menggambarkan pilihannya sebagai 'menghancurkan Iran, membiarkan mereka membusuk secara ekonomi, atau membuat kesepakatan'. Garda Revolusi Iran memperingatkan akan memperluas konflik jika AS kembali menyerang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait