Harga Minyak Mendidih Lagi Dekati US$ 85/Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tegangan di Selat Hormuz kembali mendorong harga minyak naik. Pada Senin, 10 Agustus 2026, harga minyak Brent naik US$1,20 atau 1,44% ke US$84,79 per barel, sementara minyak mentah AS (WTI) naik US$1,12 atau 1,08% ke US$79,29 per barel. Kenaikan ini terjadi seiring ketidakpastian atas jalur logistik energi utama dunia akibat konflik yang belum terselesaikan.
Iran masih menahan pembukaan penuh Selat Hormuz dan menuntut kompensasi dari AS atas kerusakan yang diakibatkan perang. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa selat tersebut kini dianggap sebagai medan perang, bukan sekadar jalur pelayaran. IRGC menegaskan akan membuka kembali hanya setelah AS memenuhi semua syarat yang ditetapkan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Oman mengenai pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz hampir selesai. Namun, pembukaan kembali jalur ini masih bergantung pada syarat-syarat lain dan kompensasi atas pelanggaran terhadap kesepakatan sebelumnya pada Juni 2026. Araghchi membantah adanya negosiasi langsung dengan AS dan menyatakan bahwa hanya ada pertukaran pesan melalui perantara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.55
Trump Siapkan 'Mesin Pembunuh Baru' Iran, Selat Hormuz Makin Ngeri
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 07.43
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$ 87, Harapan Kesepakatan Hormuz Memudar
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 07.47
Negosiasi Selat Hormuz Ulet, Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih Lebih 1%
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 13.38
Perang Iran Kuras Cadangan Minyak AS di Bawah 300 Juta Barel, Terendah sejak 1983
Berita terkait
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Harga Minyak Dunia Naik ke US$87,16 usai AS Ancam Blokade Iran
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.05
Iran Bantah Klaim Trump: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Kami!
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 20.41
Ini Respons AS usai Iran Klaim Rudalnya Hancurkan 3 Jet Tempur Siluman F-35 Amerika di Yordania
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 06.58