Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Siapkan 'Mesin Pembunuh Baru' Iran, Selat Hormuz Makin Ngeri

Presiden AS Donald Trump mengubah strategi menghadapi Iran dengan mengandalkan tekanan ekonomi, bukan aksi militer. Trump menyatakan Washington siap menunggu hingga sanksi dan inflasi tinggi menghancurkan ekonomi Iran, menunjuk grafik pelemahan rial sejak 2025 dan mengklaim "Iran tidak punya uang". Sebaliknya, Iran menuntut AS memenuhi seluruh syarat nota kesepahaman Juni, termasuk pembayaran ganti rugi, penghentian konflik di Lebanon, pencabutan blokade laut, penarikan pasukan, dan pencairan aset beku.

Selat Hormuz, jalur vital untuk 25% perdagangan minyak laut dan 20% pasokan LNG global, mengalami kelumpuhan. Hanya 8 pelintasan tercatat per Jumat lalu. Komando Pusat AS mengalihkan 55 kapal komersial dari pelabuhan Iran (naik dari 35), melumpuhkan 2 kapal, dan menaiki 2 kapal lain. Harga minyak Brent naik 1,1% ke US$84,45 per barel, WTI naik 1% ke US$78,98. Iran dan Oman mendekati kesepakatan rute transit, namun Teheran menolak buka penuh tanpa kompensasi AS.

Iran mempertimbangkan larangan kapal AS dan Israel melintasi Hormuz serta kompensasi hingga 20% nilai muatan bagi pelanggar. Analis ING Warren Patterson memperingatkan ruang kompromi semakin sempit dan situasi berpotensi memburuk, meski proyeksi rata-rata Brent kuartal ini tetap di US$80.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait