Trump Siapkan 'Mesin Pembunuh Baru' Iran, Selat Hormuz Makin Ngeri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump mengubah strategi menghadapi Iran dengan mengandalkan tekanan ekonomi, bukan aksi militer. Trump menyatakan Washington siap menunggu hingga sanksi dan inflasi tinggi menghancurkan ekonomi Iran, menunjuk grafik pelemahan rial sejak 2025 dan mengklaim "Iran tidak punya uang". Sebaliknya, Iran menuntut AS memenuhi seluruh syarat nota kesepahaman Juni, termasuk pembayaran ganti rugi, penghentian konflik di Lebanon, pencabutan blokade laut, penarikan pasukan, dan pencairan aset beku.
Selat Hormuz, jalur vital untuk 25% perdagangan minyak laut dan 20% pasokan LNG global, mengalami kelumpuhan. Hanya 8 pelintasan tercatat per Jumat lalu. Komando Pusat AS mengalihkan 55 kapal komersial dari pelabuhan Iran (naik dari 35), melumpuhkan 2 kapal, dan menaiki 2 kapal lain. Harga minyak Brent naik 1,1% ke US$84,45 per barel, WTI naik 1% ke US$78,98. Iran dan Oman mendekati kesepakatan rute transit, namun Teheran menolak buka penuh tanpa kompensasi AS.
Iran mempertimbangkan larangan kapal AS dan Israel melintasi Hormuz serta kompensasi hingga 20% nilai muatan bagi pelanggar. Analis ING Warren Patterson memperingatkan ruang kompromi semakin sempit dan situasi berpotensi memburuk, meski proyeksi rata-rata Brent kuartal ini tetap di US$80.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 13.38
Perang Iran Kuras Cadangan Minyak AS di Bawah 300 Juta Barel, Terendah sejak 1983
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 08.02
Manfaatkan Inflasi Tinggi dan Krisis Fiskal, AS Gunakan Taktik 'Catur' Serang Iran
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.23
Iran Tak Akan Serahkan Kendali Selat Hormuz dalam Keadaan Apa Pun!
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.28
Harga Minyak Naik Lagi ke US$84, Pasar Cemas Selat Hormuz Belum Dibuka
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Naik ke US$87,16 usai AS Ancam Blokade Iran
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.05
Negosiasi Selat Hormuz Ulet, Harga Minyak Dunia Kembali Mendidih Lebih 1%
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 07.47
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Trump Disebut 'Bercanda' Soal Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Benarkah?
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.58