Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$ 87, Harapan Kesepakatan Hormuz Memudar

Harga minyak dunia melonjak sekitar 5 persen pada perdagangan Senin setelah muncul keraguan akan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka Selat Hormuz. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik ke US$ 82,13 per barel, sementara Brent crude mencapai US$ 87,72 per barel. Lonjakan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS hanya setengah bernegosiasi dengan Iran, meskipun sebelumnya ia menegaskan kedua negara sedang berunding. Trump juga mengisyaratkan AS lebih memilih menggunakan blokade angkatan laut untuk menekan Teheran dibanding serangan udara baru, dan mengungkapkan pembatalan rencana serangan pada 1 Agustus 2026 untuk memberi ruang diplomasi.

Di tengah ketegangan ini, cadangan minyak di Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS turun di bawah 300 juta barel, level terendah sejak Januari 1983. Sebelumnya, harga minyak pernah jatuh lebih dari 7 persen setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz bisa segeri tercapai. Namun hingga kini belum ada kesepakatan, dan posisi kedua belah pihak justru semakin mengeras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan AS harus mencabut blokade lautnya terlebih dahulu sebelum Iran membuka Selat Hormuz sepenuhnya. Ia menambahkan Iran dan Oman sedang melakukan negosiasi bilateral terkait jalur pelayaran tersebut.

Ketidakpastian ini membuat pasar kembali khawatir akan gangguan pasokan minyak global. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran energi terpenting dunia sebagai pintu keluar utama ekspor minyak dari Teluk. Konflik ini berawal dari nota kesepahaman pada 17 Juni 2026 yang segera runtuh, diikuti serangan Iran terhadap kapal tanker di perairan Oman dan serangan udara AS sebagai responsnya. Pasar kini menanti perkembangan diplomatik antara Washington dan Teheran, yang diperkirakan menjadi faktor utama penentu arah harga minyak dalam beberapa pekan mendatang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait