Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$ 87, Harapan Kesepakatan Hormuz Memudar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258070/original/001616200_1781312872-AP26159434486953.jpg)
Harga minyak dunia melonjak sekitar 5 persen pada perdagangan Senin setelah muncul keraguan akan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka Selat Hormuz. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik ke US$ 82,13 per barel, sementara Brent crude mencapai US$ 87,72 per barel. Lonjakan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS hanya setengah bernegosiasi dengan Iran, meskipun sebelumnya ia menegaskan kedua negara sedang berunding. Trump juga mengisyaratkan AS lebih memilih menggunakan blokade angkatan laut untuk menekan Teheran dibanding serangan udara baru, dan mengungkapkan pembatalan rencana serangan pada 1 Agustus 2026 untuk memberi ruang diplomasi.
Di tengah ketegangan ini, cadangan minyak di Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS turun di bawah 300 juta barel, level terendah sejak Januari 1983. Sebelumnya, harga minyak pernah jatuh lebih dari 7 persen setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz bisa segeri tercapai. Namun hingga kini belum ada kesepakatan, dan posisi kedua belah pihak justru semakin mengeras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan AS harus mencabut blokade lautnya terlebih dahulu sebelum Iran membuka Selat Hormuz sepenuhnya. Ia menambahkan Iran dan Oman sedang melakukan negosiasi bilateral terkait jalur pelayaran tersebut.
Ketidakpastian ini membuat pasar kembali khawatir akan gangguan pasokan minyak global. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran energi terpenting dunia sebagai pintu keluar utama ekspor minyak dari Teluk. Konflik ini berawal dari nota kesepahaman pada 17 Juni 2026 yang segera runtuh, diikuti serangan Iran terhadap kapal tanker di perairan Oman dan serangan udara AS sebagai responsnya. Pasar kini menanti perkembangan diplomatik antara Washington dan Teheran, yang diperkirakan menjadi faktor utama penentu arah harga minyak dalam beberapa pekan mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 07.30
Harga Minyak Mendidih Lagi Dekati US$ 85/Barel
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 18.16
Trump Akui Bersembunyi di Truk Katering untuk Ganti Pesawat usai KTT NATO
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.58
2 Opsi Trump untuk Iran: Membiarkan Ekonomi Terpuruk atau Menyerang
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 11.09
Heboh Trump Masuk Truk Katering untuk Ganti Pesawat karena Ancaman Iran
Berita terkait
Perang Apokaliptik Batal, Mengapa Trump Ingin Sekali Berunding dengan Iran?
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 01.10
Halangi Pembukaan Selat Hormuz, Trump Ancam Bombardir Oman
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 19.53
Iran Tuding Kehadiran Militer AS Penyebab Pencemaran Minyak di Teluk
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.34
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27