Hashim Sebut Indonesia Rentan Terganggu Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5003462/original/003045000_1731476528-1.jpeg)
Utusan Khusus Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa Indonesia rentan terhadap dampak perang di Timur Tengah, khususnya terkait pembatasan akses Selat Hormuz dan Selat Bab-el-Mandeb yang berdampak pada pasokan dan harga energi global. Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi minyak, gas bumi, dan batu bara sebagai sumber energi nasional. Hashim menekankan pentingnya ketahanan energi dan penggunaan teknologi penangkapan serta pemanfaatan karbon (carbon capture and utilization) untuk meningkatkan produksi minyak di Indonesia. Pernyataannya disampaikan dalam International Indonesia Carbon Capture and Storage Forum 2026 di Jakarta. Pemerintah Indonesia juga aktif memperkuat kerja sama energi dengan Korea Selatan melalui penandatanganan MoU yang mencakup pengembangan teknologi industri offshore, transfer teknologi, dan pemanfaatan anjungan lepas pantai pasca-operasional sebagai LNG Receiving Terminal dan lokasi Carbon Capture and Storage. Kerja sama ini berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.00
Mekeng Dilantik Jadi Ketua Komisi XII DPR, Siap Kawal Ketahanan Energi
Berita terkait
Subsidi BBM Bebani APBN, Reformasi Energi Makin Mendesak
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.37
BPK Mulai Audit Ketahanan Energi Indonesia, 59 Entitas Jadi Target
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 15.20
Wakil Ketua MPR: Gas Bumi Pegang Peran Krusial sebagai Jembatan Transisi Energi
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 14.45
DPR Tiba-Tiba Ngebut Bahas RUU Migas, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 10.05