Subsidi BBM Bebani APBN, Reformasi Energi Makin Mendesak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Subsidi BBM dan energi di Indonesia mencapai Rp 233 triliun pada Juni 2026, diperkirakan mencapai Rp 526 triliun pada 2027 akibat lonjakan harga minyak dan lemahnya nilai tukar. Ketergantungan impor energi membuat subsidi rentan terhadap volatilitas global. Penyaluran subsidi masih 42% tidak tepat sasaran, mengorbankan anggaran pembangunan. Ekspert menyarankan reformasi dari subsidi komoditas ke subsidi orang dengan kompensasi Rp200.000/bulan untuk rumah tangga LPG 3 kg. Subsidi listrik paling tepat sasaran, sementara Indonesia perlu ketahanan energi dengan sumber terbarukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 15.20
BPK Mulai Audit Ketahanan Energi Indonesia, 59 Entitas Jadi Target
Berita terkait
Wakil Ketua MPR: Gas Bumi Pegang Peran Krusial sebagai Jembatan Transisi Energi
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 14.45
DPR Tiba-Tiba Ngebut Bahas RUU Migas, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 10.05
Pemerintah Bakal Batasi Pembelian BBM Subsidi, Desil 10 jadi Sasaran Awal
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 19.25
Molinas Berpotensi Pangkas Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.31