Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Heboh FIFA Mau Dijual, Bank Raksasa Ini Jadi Sorotan Dunia

Bank investasi AS, JPMorgan Chase, menjadi sorotan setelah bertindak sebagai penasihat keuangan FIFA dalam rencana membentuk entitas bisnis baru untuk mengelola hak komersial turnamen sepak bola. Rencana itu melibatkan penjualan sekitar 20% saham entitas kepada investor swasta dengan valuasi US$20 miliar. FIFA sempat merahasiakan rencana ini berbulan-bulan, dan kebocorannya pada Selasa mengejutkan banyak eksekutif serta memicu reaksi keras. UEFA, pengelola sepak bola Eropa, menolak dan mengancam tidak ada tim nasional anggotanya yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA selama proposal masih berlaku. Akhirnya FIFA membatalkan rencana tersebut pada Jumat malam.

Presiden FIFA Gianni Infantino disebut telah membahas rencana ini sejak tahun lalu dengan Joshua Kushner. Presentasi JPMorgan memperkirakan kesepakatan itu menghasilkan jutaan dolar bagi anggota FIFA untuk investasi pengembangan, termasuk menargetkan 650.000 pemain antara 2027-2030 dan 450 kompetisi. FIFA dinilai kurang dimonetisasi dibanding liga olahraga lain. Namun, rencana ini mengingatkan pada keterlibatan JPMorgan dalam Liga Super Eropa 2021 yang gagal dalam 48 jam, saat bank menjanjikan pembiayaan sekitar US$4 miliar untuk 12 klub termasuk Manchester United, Barcelona, dan Juventus.

Di JPMorgan, muncul pandangan bahwa kesepakatan dengan FIFA berbeda dari Liga Super karena tidak dimaksudkan mengubah kompetisi. Presentasi menyebut FIFA tetap memegang kendali penuh atas tata kelola dan keputusan olahraga. Presiden Trump mengaku tidak membicarakan kesepakatan ini dengan Infantino.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait