IBC Ramal BESS Jadi Segmen Baterai Paling Moncer hingga 2035
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Industri Baterai Indonesia (IBC) memproyeksikan battery energy storage system (BESS) sebagai segmen baterai dengan pertumbuhan tercepat hingga 2035, didorong oleh transisi energi dan ekspansi pusat data. Direktur Utama IBC, Aditya F. Arif, menyatakan bahwa permintaan baterai kini tidak hanya berasal dari kendaraan listrik, tetapi juga dari kebutuhan penyimpanan energi untuk mendukung integrasi energi terbarukan dan pasokan listrik pusat data yang andal. IBC memperkirakan kebutuhan BESS global pada 2035 dapat mencapai 30 kali lipat dibandingkan 2023, dengan sumber pertumbuhan dari pusat data dan pengembangan pembangkit energi terbarukan.
IBC telah mengembangkan portofolio bisnis di sektor menengah dan hilir bersama CATL. Pabrik baterai di Karawang, yang dioperasikan secara bertahap, memiliki kapasitas awal 6,9 GWh dan direncanakan diperluas hingga 15 GWh. Sebagian kapasitas produksi ditujukan untuk kebutuhan kendaraan listrik, sementara sisanya dialokasikan untuk BESS. Aditya menyatakan bahwa prospek industri baterai semakin luas seiring berkembangnya ekonomi digital dan transisi energi, melebihi proyeksi awal yang dilakukan saat pendirian IBC pada 2021.
Bagikan
Berita terkait
IBC Ungkap Mayoritas Produksi Baterai Karawang Berbasis LFP
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 20.30
PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.10
Danantara Jajaki Investasi hingga Rp2 Triliun ke VKTR, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 09.05
Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon melalui Pengembangan Ekosistem Baterai
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 08.07