Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

IBC Ramal BESS Jadi Segmen Baterai Paling Moncer hingga 2035

PT Industri Baterai Indonesia (IBC) memproyeksikan battery energy storage system (BESS) sebagai segmen baterai dengan pertumbuhan tercepat hingga 2035, didorong oleh transisi energi dan ekspansi pusat data. Direktur Utama IBC, Aditya F. Arif, menyatakan bahwa permintaan baterai kini tidak hanya berasal dari kendaraan listrik, tetapi juga dari kebutuhan penyimpanan energi untuk mendukung integrasi energi terbarukan dan pasokan listrik pusat data yang andal. IBC memperkirakan kebutuhan BESS global pada 2035 dapat mencapai 30 kali lipat dibandingkan 2023, dengan sumber pertumbuhan dari pusat data dan pengembangan pembangkit energi terbarukan.

IBC telah mengembangkan portofolio bisnis di sektor menengah dan hilir bersama CATL. Pabrik baterai di Karawang, yang dioperasikan secara bertahap, memiliki kapasitas awal 6,9 GWh dan direncanakan diperluas hingga 15 GWh. Sebagian kapasitas produksi ditujukan untuk kebutuhan kendaraan listrik, sementara sisanya dialokasikan untuk BESS. Aditya menyatakan bahwa prospek industri baterai semakin luas seiring berkembangnya ekonomi digital dan transisi energi, melebihi proyeksi awal yang dilakukan saat pendirian IBC pada 2021.

Berita terkait