Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Anjlok 1% ke 6.320, Ini Biang Keroknya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,02% ke level 6.320,07 pukul 11.22 WIB, setelah sebelumnya berada di level 6.400-an. Pelemahan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk tekanan rupiah yang menguat seiring eskalasi konflik geopolitik dan kebijakan Bank Indonesia (BI). IHSG juga terdampak oleh kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan menghapus batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 mulai 28 September 2026, yang diperkirakan memberi dampak negatif pada 46 saham berharga rendah. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia Brent ke level US$ 100,57 per barel dan tekanan kurs rupiah yang berada di level Rp17.902 per 22 September 2026.

Pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September, khususnya terkait keputusan suku bunga acuan (BI-Rate) dan arahan BI untuk stabilitas nilai tukar rupiah. Riset BRI Danareksa Sekuritas menekankan bahwa fokus pasar tidak hanya pada BI-Rate, tetapi juga pada guidance BI terkait stabilitas Rupiah dan ruang pelonggaran moneter di tengah kondisi suku bunga global yang diperkirakan tetap tinggi (higher for longer).

Dari sisi teknikal, riset MNC Sekuritas menunjukkan bahwa IHSG telah mencapai area support pada level 6.290 dan MA60. Jika IHSG berhasil melewati level 6.279, potensi target selanjutnya berada di kisaran 6.186-6.201 untuk menutup gap yang ada.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait