IHSG Diprediksi Kembali Uji 6.186-6.200, Tekanan Global Masih Membayangi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG diprediksi akan menguji level 6.186-6.200 pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Pergerakan indeks ini dipengaruhi sentimen negatif global, terutama kenaikan harga minyak Brent yang mencapai US$106 per barel (naik 3,4%) dan peningkatan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ke level 5,223%. Faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat.
Selain tekanan global, pasar mencermati hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping terkait isu perdagangan dan AI, serta negosiasi AS-Iran. Dari sisi domestik, jumlah uang beredar (M2) Agustus 2026 tumbuh 8,2% secara tahunan. Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ENRG, MEDC, ELSA, AKRA, dan ANTM sebagai pilihan utama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 25 September 2026 pukul 10.32
IHSG Diprediksi Melemah Dipicu Aksi Ambil Untung
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.23
IHSG Anjlok ke 6.241 Akhiri Pekan Ini, 558 Saham Merah
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.13
Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.13
Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup
Berita terkait
IHSG Rawan Tertekan, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Perhatian Investor
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 07.54
IHSG Dibayangi Tekanan Global, Waspadai Level 6.306
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 08.26
IHSG Parkir di Zona Merah Turun 0,88%, Sektor Energi Jadi Pemberat
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 16.26
IHSG Masih Tertekan, Awali Sesi Terkoreksi 0,38% ke Level 6.416
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 09.04