IHSG Rawan Tertekan, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Perhatian Investor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak mixed-to-cautious pada perdagangan Jumat 25 September 2026 setelah menguji dua kali pada Moving Average (MA) 60 hari. Secara teknikal, MA20 dan MA60 masih menunjukkan positive crossover, namun Stochastics K_D dan RSI memberikan sinyal negatif dengan penurunan volume. Sementara itu, tekanan jual asing mencapai Rp1,42 triliun dalam perdagangan terakhir dan kumulatif Rp102,97 triliun sepanjang 2026. Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menempatkan support IHSG di level 6.254 dan 6.146, sementara resistance berada di 6.352 dan 6.429. Di sisi lain, tekanan global datang dari kenaikan harga minyak Brent sebesar 3,86% ke US$107,06 per barel akibat ketegangan AS-Iran, serta lonjakan imbal hasil US Treasury 10 tahun naik 1,74% ke 5,205%. CME FedWatch mencatat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan 28 Oktober 2026 mencapai 70,86%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 12.13
IHSG Naik 0,64% ke 6.317,46
kumparan · 24 September 2026 pukul 17.45
IHSG Ditutup Anjlok 1,20% ke Level 6.298, Rupiah Ikut Melemah 0,69%
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 11.00
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Lonjakan Harga Minyak Jadi Penekan
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.12
IHSG Ditutup Melesat 1,56%, Rupiah Melemah ke Level Rp 17.805
Berita terkait
IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 12.32
Dampak Kenaikan Bunga The Fed Terbatas, IHSG Masih Menguat di Level 6.400
Detik.com · 17 September 2026 pukul 13.52
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Koreksi, Sentimen Konflik AS-Iran Tekan Pasar
kumparan · 11 September 2026 pukul 07.15
IHSG Diprediksi Kembali Uji 6.186-6.200, Tekanan Global Masih Membayangi
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 08.19