Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Selasa (28/7/2026) di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG naik 66,77 poin atau 1,01 persen ke posisi 6.686,44, sementara indeks LQ45 juga menguat 9,16 poin atau 1,40 persen ke posisi 665,58. Dukungan pasar ini sejalan dengan pemeliharaan cadangan devisa AS sebesar 46,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026, lebih tinggi dari akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS. Pemulihan sentimen domestik juga didorong oleh kembalinya operasional beberapa bandara yang sebelumnya ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, yang diharapkan merangsang sektor logistik, supply chain, dan mobilitas bisnis. Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas, memberikan kekhawatiran pasar dan mendorong kenaikan harga minyak berjangka akibat kekhawatiran gangguan aliran energi melalui Selat Hormuz. Pasar menunggu rincian kesepakatan antara Iran dan Oman untuk pengaturan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran akan meningkatnya kendali Teheran atas jalur air utama tersebut. Analis menyatakan bahwa pasar semakin memperkirakan konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan, sehingga kekhawatiran akan kenaikan biaya energi yang dapat memicu inflasi dan menunda penurunan suku bunga global semakin kuat. Sementara itu, data perdagangan China mencatat surplus perdagangan sebesar 119,1 miliar dolar AS pada Agustus 2026, naik dari 112,5 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Ekspor China melonjak 25,0 persen year-on-year (yoy) mencapai 401,44 miliar dolar AS, sementara impor naik 28,2 persen (yoy) ke 282,36 miliar dolar AS. IHSG konsisten berada di zona positif sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan, baik pada sesi pertama maupun kedua.

Berita terkait