Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta di Juni, Minyak Jadi Beban

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 mengalami defisit sebesar US$450 juta. Defisit ini utamanya disebabkan oleh komoditas minyak dan gas (migas) yang mencapai US$3,49 miliar, dengan kontribusi terbesar dari hasil minyak dan minyak mentah. Sementara itu, neraca nonmigas tetap surplus sebesar US$3,04 miliar, ditopang oleh komoditas seperti lemak dan minyak hewani serta nabati, bahan bakar mineral, dan besi serta baja.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga Juni 2026 masih mencatatkan surplus sebesar US$3,58 miliar. Surplus ini didominasi oleh sektor nonmigas dengan nilai US$19,35 miliar, sedangkan sektor migas mengalami defisit US$15,77 miliar. Selain itu, Indonesia tetap mencatat surplus perdagangan dengan beberapa mitra dagang utama, termasuk Amerika Serikat sebesar US$8,55 miliar, India US$6,68 miliar, dan Filipina US$4,24 miliar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait