Indikator Ungkap Carut-Marut MBG: Vendor Kejar Untung dan Nyari Gampangnya, Makanan Berlimpah Dibuang Orang Mampu, Si Miskin Luput
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Survei nasional Indikator Politik Indonesia pada Juli 2026 melibatkan 3.700 responden mengungkapkan ketimpangan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 31 persen rumah tangga yang membutuhkan justru tidak pernah menerima MBG, sementara 52,7 persen rumah tangga yang tidak membutuhkan tetap mendapatkan. Faktor utama ketimpangan ini adalah insentif komersial vendor yang cenderung memilih wilayah perkotaan dengan logistik mudah dan margin tinggi, sehingga daerah terpencil seperti Maluku dan Papua hanya mencapai 22 persen penerimaan dibandingkan 80 persen di Banten dan Pulau Jawa.
Bagikan
Berita terkait
Pro-Kontra MBG Jadi Penyeimbang dan Evaluasi Positif Program
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 19.13
Sekolah Diliburkan Akibat Kabut Asap Karhutla, MBG Tetap Jalan?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.05
Putusan MK soal MBG Dinilai Bawa Perbaikan Kualitas Pendidikan
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 13.47
Poin-poin MK Larang MBG Pakai Anggaran Pendidikan, Berlaku 2028
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 07.46