Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Indonesia Cyber Protection 2026 Dorong Industri Keuangan Perkuat Ketahanan Siber Berbasis Era AI

Indonesia Cyber Protection 2026, acara yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi, membahas strategi memperkuat ketahanan siber di sektor keuangan Indonesia menghadapi ancaman yang meningkat seiring percepatan transformasi digital. Acara ini mengumpulkan regulator, pemerintah, industri, dan ahli keamanan siber untuk membahas dampak penggunaan AI, cloud, open API, dan layanan keuangan digital terhadap keamanan data dan sistem.

Indonesia memiliki lebih dari 235 juta pengguna internet, dan BSSN mencatat 3,64 miliar anomali serangan siber terjadi dari Januari hingga Juli 2025. Sementara itu, 74% populasi telah melakukan aktivitas digital, dengan 80% menggunakan e-wallet atau pembayaran digital. QRIS memiliki hampir 60 juta pengguna aktif dan 39 juta merchant, 93% di antaranya UMKM. BSSN mengungkapkan keterbatasan kapasitas pemantauan yang hanya mencakup kurang dari 10% aktivitas, menjadikan deteksi ancaman sebagai tantangan besar.

OJK menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan sangat bergantung pada kesiapan menghadapi insiden siber. Hingga Juli 2026, terdapat 22,69 juta akun konsumen keuangan digital dan 18,80 juta pengguna layanan agregasi. Acara ini mendorong kolaborasi antar pihak untuk mengembangkan teknologi keamanan adaptif, membangun talenta digital, dan meningkatkan tata kelola data.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait