Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Ini Alasan Benteng Keamanan Siber Perusahaan Indonesia Gampang Jebol

Banyak perusahaan di Indonesia masih menerapkan strategi keamanan siber reaktif yang hanya bertindak setelah serangan terjadi. Hal ini menjadi celah fatal karena peretas kini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meluncurkan serangan masif secara otomatis. Data AwanPintar.id mencatat rata-rata 16 serangan siber per detik di Indonesia pada paruh pertama 2026, sementara IASC melaporkan kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp 9,1 triliun periode November 2024 hingga Januari 2026.

Kelemahan utama terletak pada ketergantungan terhadap sistem deteksi tradisional yang pasif. Untuk mengatasinya, perusahaan disarankan beralih ke pertahanan aktif seperti Managed Detection and Response (MDR) yang menggabungkan otomatisasi AI dengan analisis manusia 24/7. Selain itu, metode Threat Hunting proaktif diperlukan untuk mendeteksi serangan senyap yang tidak terdeteksi alarm standar. Penguatan keamanan siber kini menjadi krusial bukan hanya untuk operasional bisnis, tetapi juga untuk kepatuhan hukum perlindungan data pribadi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait