Indonesia Kini Peringkat 7 Produsen Kakao Dunia, Pemerintah Genjot Peremajaan Lahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Indonesia menempati peringkat 7 sebagai produsen kakao dunia dengan produksi 200.000 ton pada musim 2024/2025. Penurunan posisi dari nomor tiga disebabkan oleh kebun berumur tua dengan produktivitas rata-rata 700-800 kg/ha, jauh di bawah 1,5 ton/ha di negara lain. Untuk meningkatkan pasokan bahan baku industri hilir, pemerintah mengimplementasikan program hilirisasi kakao 2025-2027 dengan target peremajaan 147.326 ha dan perluasan lahan 151.696 ha. Program ini meliputi bantuan benih 1.000 batang/ha dan upah kerja. Di sisi lain, industri kakao dalam negeri hanya menggunakan 51% dari kapasitas 700.000 ton.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.27
Dorong Hilirisasi Kakao, Pemerintah Benahi Kebun Petani
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 10.37
8,98 Juta Wisatawan Mancanegara Kunjungi Indonesia Periode Januari-Juli 2026
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.54
Keruk Nikel 13 Juta Ton Hasilkan PNBP Rp21 Triliun
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 18.25
Saat Asap Mencekik Paru-Paru dan Fiskal Daerah: Menakar Ongkos Mahal Krisis Karhutla 2026
Berita terkait
Strategi RI Gaet Investasi: Bangun Hilirisasi dengan Ekosistemnya
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.50
10 Saran Ahli untuk Kembangkan Hilirisasi Emas RI
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.02
James Riady Ungkap Tantangan Pariwisata RI: Bukan Kurang Destinasi, tapi Ini Masalahnya
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 18.00
RI Belum Bisa Ikutan Jepang Turunkan Pajak, Ini Alasan Purbaya
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.10