Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Industri Tekstil RI Mulai Bangkit, Ekspor Tembus US$4,85 Miliar dan Serap 3,8 Juta Tenaga Kerja

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan di Semester I 2026. Sektor ini menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja dan mencatat nilai ekspor sebesar USD4,85 miliar. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pemulihan ini didorong oleh masuknya investasi baru serta ekspansi usaha, meski sejumlah pelaku usaha masih menghadapi tekanan.

Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan pendukung, antara lain insentif investasi, program restrukturisasi, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), pembiayaan ekspor melalui LPEI, dan penguatan kebijakan pengamanan perdagangan. Transformasi teknologi menjadi fokus utama: modernisasi mesin, peningkatan kompetensi SDM, serta penerapan prinsip industri hijau. Standar pasar global kini menuntut keberlanjutan proses produksi, bukan hanya kualitas produk. Peluang ekspor semakin terbuka lewat IEU-CEPA, namun membutuhkan kesiapan industri dalam kualitas, efisiensi, inovasi, dan standar internasional.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 berada di level ekspansi 53,10, menandakan kepercayaan pelaku usaha masih positif. Kementerian Perindustrian berkomitmen melibatkan pelaku usaha, asosiasi, dan pemerintah daerah untuk memperkuat daya saing TPT. Dengan adaptasi teknologi dan standar global, sektor ini diharapkan mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok dunia.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait