Menperin Ungkap Strategi Industri Tekstil RI Bertahan dan Serap 3,8 Juta Pekerja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4947918/original/053621100_1726732016-IMG-20240919-WA0008.jpg)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan potensi pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional meski menghadapi tantangan global. Sektor ini memiliki peran strategis dengan menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja dan mencatat nilai ekspor mencapai US$ 4,85 miliar pada semester I 2026. Optimisme ini didukung oleh Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 yang berada di zona ekspansif pada level 53,10.
Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan taktis seperti insentif investasi, program restrukturisasi, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), dan pembiayaan ekspor melalui LPEI. Selain itu, pemerintah mendorong transformasi produksi melalui peta jalan Making Indonesia 4.0 dan implementasi Standar Industri Hijau guna memastikan keberlanjutan produk di pasar global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 07.55
Industri Tekstil RI Mulai Bangkit, Ekspor Tembus US$4,85 Miliar dan Serap 3,8 Juta Tenaga Kerja
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.24
HUT ke-81 RI: Kawasan Industri Kaltara Sukses Rekrut Ribuan Pekerja
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.49
Kawasan Industri Kaltara Serap 11 Ribu Tenaga Kerja, Investasi Capai Rp14 Triliun
Berita terkait
Prabowo Mau Genjot Industri Tekstil, Begini Caranya
Detik.com · 22 September 2026 pukul 20.30
Industri Tekstil Tarik Investasi Rp 11,4 T
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 16.40
Bamsoet Dorong Penerbangan Kargo Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
Detik.com · 25 September 2026 pukul 16.42
Kadin Dukung Insentif untuk Industri Tekstil, Soroti Tantangan Rantai Pasok
kumparan · 24 September 2026 pukul 14.40