Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia, Begini Modus Perekrutannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FIS) mengungkap delapan warga negara Indonesia (WNI) direkrut menjadi tentara bayaran Rusia. Para pria berusia 29-47 tahun itu direkrut melalui proses visa yang diproses Kementerian Luar Negeri Rusia. Skema perekrutan ini menawarkan gaji tinggi, penugasan non-tempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, serta tunjangan sosial, namun sebagian calon tentara tidak mengetahui lokasi penugasan mereka. Pola serupa sebelumnya diterapkan terhadap warga Nepal, Kuba, Kenya, dan India, yang sebagian besar berakhir di garda depan tanpa pelatihan dan beberapa tewas dalam minggu pertama. Indonesia menjadi negara Muslim terbesar yang masuk dalam daftar sumber tenaga kerja murah Kremlin untuk operasi militer. Hingga kini, Kementerian Luar Negeri RI belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 September 2026 pukul 06.15
8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Anggota DPR Ingatkan Status WNI Bisa Hilang
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 21.05
Pertemuan Putih-Trump-Zelensky hanya Mungkin Digelar untuk Merampungkan Kesepakatan Konflik Ukraina
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 21.05
Pertemuan Putin-Trump-Zelensky hanya Mungkin Digelar untuk Merampungkan Kesepakatan Konflik Ukraina
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 17.39
Kemlu Verifikasi Dugaan WNI Bergabung Militer Rusia dalam Perang Ukraina
Berita terkait
Daftar 8 WNI Diduga Gabung Tentara Rusia untuk Perang Lawan Ukraina, Kemlu Masih Lakukan Verifikasi
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 15.45
Menhan Sebut Tak Ada Laporan 8 WNI Jadi Tentara Rusia
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 15.27
Kemlu Verifikasi Informasi Intelijen Ukraina Soal 8 WNI jadi Tentara Rusia di Garda Depan
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 15.16
Intelijen: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran, Diiming-imingi Ini
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.00