Bom Waktu Data Center Siap Meledak, Rp 94.000 Triliun Langsung Menguap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri AI menghadapi risiko kerugian besar akibat pembangunan data center masif yang tidak sebanding dengan pendapatan. Analisis Bain & Co menyebutkan industri ini perlu menghasilkan US$ 6 triliun (sekitar Rp 94.000 triliun) per tahun pada 2031 agar investasi modal kembali. Saat ini, pendapatan langsung layanan AI diperkirakan hanya mencapai US$ 1,8 triliun, menyisakan celah kekurangan sebesar US$ 4,2 triliun.
Kesenjangan ini terjadi karena pembangunan infrastruktur melampaui permintaan aktual. Perusahaan raksasa seperti Microsoft, Amazon, Meta, dan Oracle diprediksi menghabiskan US$ 780 miliar pada 2026. Tanpa inovasi teknologi besar atau pertumbuhan ekonomi global sebesar 1% per tahun dari sektor AI, investasi ini terancam menjadi penyalahgunaan modal terbesar dalam sejarah karena tingginya biaya pemeliharaan dan penggantian perangkat data center.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.40
Investasi AI Terus Diguyur, Data Center Harus Cetak Pendapatan Rp94.000 Triliun Supaya Gak Tekor
kumparan · 30 September 2026 pukul 14.21
Proyek Data Center AI Jatiluhur Dihentikan Sementara, Perizinan Belum Kelar
JPNN.com · 3 Oktober 2026 pukul 14.41
CIO Danantara Temui Menkeu Suahasil, Ini yang Bahas
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 09.01
Imbal Hasil Surat Utang AS Tinggi, Surat Utang RI Masih Menarik?
Berita terkait
Indonesia Membangun Data Center AI, Bukan Industri AI
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 08.08
Investasi Data Center AI Rp82 Triliun Masuk Batang, Jawa Tengah Bidik Industri Teknologi Tinggi
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 18.30
Proyek Data Center AI BDx Disetop Anak Buah KDM, Ini Kata Rosan
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 17.30
65 Persen Warga AS Tolak Data Center, Trump: Kalau Menolak, Siap-siap Miskin
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 10.32