Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Bom Waktu Data Center Siap Meledak, Rp 94.000 Triliun Langsung Menguap

Industri AI menghadapi risiko kerugian besar akibat pembangunan data center masif yang tidak sebanding dengan pendapatan. Analisis Bain & Co menyebutkan industri ini perlu menghasilkan US$ 6 triliun (sekitar Rp 94.000 triliun) per tahun pada 2031 agar investasi modal kembali. Saat ini, pendapatan langsung layanan AI diperkirakan hanya mencapai US$ 1,8 triliun, menyisakan celah kekurangan sebesar US$ 4,2 triliun.

Kesenjangan ini terjadi karena pembangunan infrastruktur melampaui permintaan aktual. Perusahaan raksasa seperti Microsoft, Amazon, Meta, dan Oracle diprediksi menghabiskan US$ 780 miliar pada 2026. Tanpa inovasi teknologi besar atau pertumbuhan ekonomi global sebesar 1% per tahun dari sektor AI, investasi ini terancam menjadi penyalahgunaan modal terbesar dalam sejarah karena tingginya biaya pemeliharaan dan penggantian perangkat data center.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait