Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran-AS Masih Ribut soal Selat Hormuz, Harga Minyak Naik Lagi

Iran menegaskan tidak akan membuka jalur Selat Hormuz bagi Amerika Serikat sebelum tuntutannya dipenuhi, yakni pencairan dana Iran yang disimpan di luar negeri. Tuntutan ini disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. Sikap tersebut menjadi sentimen utama yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,3% menjadi US$ 83,20 per barel, sementara Brent naik 1,36% menjadi US$ 88,91 per barel, berdasarkan data CNBC pada Rabu (12/8/2026). Sepanjang minggu ini harga minyak sudah naik lebih dari 6% karena harapan tercapainya kesepakatan untuk meningkatkan lalu lintas kapal melalui Hormuz semakin memudar. Sebelumnya Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kesepakatan baru dapat segera tercapai, tetapi hingga kini belum terwujud. Presiden AS Donald Trump terus menuntut Iran membayar ganti rugi.

Transit kapal melalui Selat Hormuz juga merosot tajam. Perusahaan intelijen perdagangan Kpler mencatat hanya delapan kapal melintas pada Senin, padahal normalnya lebih dari 130 kapal sebelum AS dan Israel menyerang pada 28 Februari 2026. Data Departemen Energi AS menunjukkan stok Cadangan Minyak Strategis turun di bawah 300 juta barel, level terendah dalam lebih dari empat dekade.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait