Iran Bertahan Lama, AS Disebut Butuh Ratusan Triliun untuk Kembali Produksi Amunisi yang Menipis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Stok rudal pertahanan udara Amerika Serikat menurun drastis setelah konflik dengan Iran sejak Februari 2026. Rudal Patriot turun dari 2.330 unit menjadi 759-827 unit, sementara THAAD menyusut dari 452 menjadi 234-278 unit. Pengisian kembali stok membutuhkan biaya US$10 miliar (Rp178 triliun) dan waktu tiga tahun. Industri pertahanan AS mempercepat produksi dengan pendekatan manufaktur yang lebih murah. Keterbatasan juga terasa pada armada kapal perang kelas Arleigh Burke.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.02
Trump Ancam Negara Pendukung Iran, Teheran Sebut AS Telah Gagal
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 21.33
Iran Ancam Serang Target Militer AS di Eropa jika Perang Memanas
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.05
Trump Klaim Selat Hormuz, Iran 'Caplok' California
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.50
Iran Bakal Gunakan Senjata Lebih Presisi Jika Perang Kembali Pecah
Berita terkait
AS-Iran Kembali Memanas, Yordania Cegat 8 Rudal di Wilayah Udaranya
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.27
Iran Tantang Klaim Trump, Sebut 75% Rudal dan Drone Masih Siap Tempur
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.52
Stok Rudal Pencegat AS Menipis, Ini Taktik Perang yang Diterapkan Iran
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 20.20
Negosiasi Temui Jalan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 14.03