Iran Sukses Kantongi Pendapatan Minyak Rp133,2 T meski Diblokade AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran berhasil menyuntikkan US$7,5 miliar (Rp133,18 triliun) ke bank sentral dari penjualan minyak pada Q1 2026, mencapai 99% target anggaran. Dana ini cukup untuk menutup pengeluaran mata uang asing pemerintah Juli-Desember 2026. Iran mengklaim memiliki persediaan minyak cukup untuk mengatasi blokade angkatan laut AS, meski Selat Hormus tetap zona konflik. Iran menolak membuka kembali seluruh jalur perairan hingga AS menarik blokade dan sanksi serta mencairkan aset yang dibekukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 19.30
Iran Pamer Pendapatan Rp 133 Triliun Hasil Penjualan Minyak
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 16.01
Pemimpin Iran Dorong Produksi Domestik, Kurangi Ketergantungan Dolar
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 14.21
Mojtaba Beberkan Strategi Baru Melumpuhkan AS
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 23.13
Merembet ke Tiongkok, Trump Ancam Bank China yang Kerja Sama dengan Iran
Berita terkait
AS Ancam Iran Akan Alami Isolasi Ekonomi yang Belum Pernah Disaksikan Dunia
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.35
Trump Sebut Selat Hormuz Terbuka, AS Klaim Pegang Kendali dan Blokade Iran
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.25
Trump Klaim Pegang Kendali Selat Hormuz, Jutaan Barel Minyak Melintas
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 15.21
Tercekik Blokade Laut, Iran Ancam Serang Kepentingan Ekonomi Amerika
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.00