Pemimpin Iran Dorong Produksi Domestik, Kurangi Ketergantungan Dolar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menekankan pentingnya meningkatkan produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Dalam peringatan Pekan Pemerintah Iran, ia mendesak pemerintah untuk mengatasi tantangan ekonomi seperti inflasi, pengangguran, dan pengendalian harga. Khamenei juga menyerukan arahkan investasi ke sektor strategis, dukung pertumbuhan ekonomi, dan terapkan kebijakan 'ekonomi perlawanan' sebagai inti agenda pemerintah.
Khamenei menyatakan impor hanya boleh dilakukan bila produksi dalam negeri tidak mencukupi, dan harus dilakukan secara tepat dan bijak. Nilai tukar rial Iran baru-baru ini mencapai rekor terendah, melebihi 2 juta rial per dolar, akibat sanksi tambahan AS. Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi muda untuk mendorong kemajuan di sektor pertanian, industri, komunikasi, dan pendidikan.
Pemimpin tersebut memuji upaya pemerintah dalam menyediakan kebutuhan pokok dan memperbaiki infrastruktur selama masa konflik. Pengelolaan cerdas, keterlibatan ahli teknologi, dan pemanfaatan kapasitas baru diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi Iran di tengah tekanan eksternal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.24
Iran Bantah Rencana Bunuh Putra Bungsu Trump: Tipu Muslihat Netanyahu!
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 15.25
Meski Diisolasi dari Dunia Luar, 4 Pemicu Iran Tidak Akan Kalah
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 14.21
Mojtaba Beberkan Strategi Baru Melumpuhkan AS
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 10.48
Iran Dijerat Rentetan Sanksi Baru AS, Mojtaba Khamenei Cetuskan Hal Ini
Berita terkait
Iran-Oman Bahas Koridor Sementara dan Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 11.00
Pakistan Gelar Dialog dengan Iran soal Konflik Teheran-AS
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 20.01
Sanksi Berulang AS Terhadap Iran Tidak akan Membuahkan Hasil
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 05.00
Trump: Negosiasi Iran Terhambat karena Banyak Pemimpinnya Tewas
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 11.44