Janggal Gelar Profesor Pembimbing Jokowi Ditulis Sebelum Pengukuhan, Wakil Rektor UGM sebut 'Hanya Resepsi'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pencantuman gelar profesor pada dokumen skripsi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dibimbing Prof. Ahmad Sumitro sempat menuai sorotan publik karena disebut terjadi sebelum seremoni pengukuhan. Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan bahwa penggunaan gelar profesor tidak harus menunggu seremoni pengukuhan, melainkan didasarkan pada penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan guru besar. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, menyatakan bahwa seremoni pengukuhan hanyalah acara seremonial, sementara dasar penggunaan gelar profesor adalah SK resmi yang telah diterbitkan.
Menurut Wening, Prof. Ahmad Sumitro sudah berhak menggunakan gelar profesor setelah menerima SK pengangkatan guru besar, meskipun seremoni pengukuhannya belum dilaksanakan. Ia membandingkan situasi ini dengan pernikahan yang telah sah secara hukum melalui surat nikah, sementara resepsi hanyalah acara seremonial. Sebelumnya, pada awal proses bimbingan skripsi, Ahmad Sumitro mas masih menggunakan gelar doktor, namun gelarnya berubah menjadi profesor saat ia menerima pengangkatan sebagai guru besar.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, memastikan bahwa perubahan gelar Ahmad Sumitro dalam dokumen akademik Jokowi dilakukan sesuai dengan statusnya sebagai profesor berdasarkan SK. UGM menegaskan bahwa pencantuman gelar profesor pada dokumen skripsi maupun dokumen akademik saat itu sah dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagikan
Berita terkait
Janggal Gelar Profesor Pembimbing Jokowi, Wakil Rektor UGM sebut 'Hanya Resepsi'
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 18.31
Kembalikan ke Roy Suryo, UGM Soal Ijazah Jokowi: Keraguan Itu Dimulai dari Mana Kalau Bukan dari Yang Menuduh?
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 16.58
UGM Akui Aturan Kelulusan Jokowi 'Berbeda', Bahas Soal PDDikti
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 16.44
Soal Ijazah Jokowi, Rektor UGM: Gagasan Membuka Data Alumni Adalah Hal yang Mengobral Aturan
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 21.34