KAI Tegaskan Impor KRL Bekas Jepang Bukan Jual-Beli Tapi Hibah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT KAI (Persero) menegaskan rencana impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang dilakukan melalui skema hibah, bukan jual beli. Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 2 KAI, Dadan Rudiansyah, menjelaskan bahwa KAI tidak membeli rangkaian KRL tersebut, namun tetap menyiapkan biaya terkait pengiriman dari Jepang ke Indonesia. "Ini bukan jual beli ya, artinya nanti hibah. Mungkin ada beberapa biaya yang sedang difinalkan untuk pengirimannya saja," ujar Dadan.
Sebelum dikirim ke Indonesia, KRL yang akan diimpor akan menjalani assessment di Jepang untuk memastikan kondisinya laik beroperasi. Setelah tiba di Indonesia, KRL tersebut akan kembali melalui pemeriksaan oleh Tim Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk menguji aspek keselamatan dan kelayakan operasionalnya.
KRL bekas yang akan diimpor sebelumnya telah beroperasi di Jepang selama sekitar 25 tahun, dan direncanakan akan digunakan di Indonesia selama 10 tahun. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa seluruh biaya terkait impor KRL ini menjadi tanggungan penuh PT KAI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.41
Bos Danantara & Menhub Mau Bahas Rencana KRL Bekas Impor Jepang Hari ini
Berita terkait
MTI Setuju Impor KRL Bekas Jepang, Tapi Keselamatan Jadi Syarat Utama
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 11.23
KAI Impor KRL Bekas dari Jepang, Begini Syarat yang Harus Dipenuhi
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.46
KAI Mau Impor 23 KRL Bekas Jepang, Begini Respons INKA
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 16.00
Mendag Ingatkan KAI, Wacana Impor KRL Bekas Jepang Perlu Rekomendasi Kementerian
kumparan · 26 September 2026 pukul 07.07