MTI Setuju Impor KRL Bekas Jepang, Tapi Keselamatan Jadi Syarat Utama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4412751/original/005285500_1683024972-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-4.jpg)
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendukung rencana impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang sebagai solusi sementara untuk mengatasi kepadatan penumpang pada jam sibuk. Menurut Ketua Umum MTI Haris Muhammadun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah memiliki pengalaman mengoperasikan dan merawat KRL bekas Jepang, sehingga kereta yang diimpor dapat langsung digunakan. Sistem perkeretaapian Jepang juga dinilai serupa dengan infrastruktur yang ada di Indonesia, mempermudah adaptasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.46
KAI Impor KRL Bekas dari Jepang, Begini Syarat yang Harus Dipenuhi
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 19.30
Heboh Kabar KRL Bekas Jepang JR 209 Mau Diboyong RI, KCI Buka Suara
Detik.com · 27 September 2026 pukul 17.30
Sempat Ditolak, Rencana Impor KRL Bekas Jepang Jalan Lagi
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.27
KRL KAI Berusia 40 Tahun, 23 Kereta Bekas dari Jepang Disiapkan
Berita terkait
KAI Usul Impor KRL Bekas Jepang untuk Tambal Defisit Pasokan INKA
kumparan · 23 September 2026 pukul 18.21
KAI Usul Impor KRL Bekas, PKB Minta Kondisi Kereta Layak dan Aman
Detik.com · 26 September 2026 pukul 06.16
Ini Pertimbangan Bos KAI Minta Izin Impor KRL Bekas
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 06.25
DPR Setujui KAI Impor KRL Bekas
kumparan · 23 September 2026 pukul 22.34