Kalbe Farma Bidik Kontribusi Ekspor Double Digit Tahun Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menghadapi tantangan penurunan laba kotor dan margin akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan biaya bahan baku impor. Untuk mengatasinya, perusahaan menargetkan pertumbuhan ekspor double digit sebagai natural hedging. Saat ini, kontribusi ekspor terhadap total penjualan mencapai 7%, dengan fokus utama pada pasar regional Asia Tenggara.
Selain ekspansi ekspor, KLBF memperkuat produksi bahan baku obat lokal melalui investasi bertahap dan joint venture dengan perusahaan China. Strategi lain mencakup penyesuaian harga produk konsumen secara selektif dan peninjauan ulang anggaran belanja modal (capex) tahun 2026 untuk menjaga stabilitas margin.
Pada semester I 2026, KLBF mencatat penjualan Rp 19,47 triliun, tumbuh 14,04% (yoy). Namun, pertumbuhan ini dibarengi kenaikan beban pokok penjualan sebesar 20,71% menjadi Rp 12,16 triliun serta peningkatan beban penjualan menjadi Rp 3,85 triliun, yang berdampak pada tekanan laba bersih perusahaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 13.40
KLBF Rem Investasi, Capex Rp1 Triliun 2026 Kembali Dikaji
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 17.15
Penjualan SIDO Turun 20% Jadi Rp1,47 Triliun, Tolak Angin Jadi Andalan Pemulihan
Berita terkait
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.728, Berpotensi Berbalik Arah
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 09.28
Won Korea Selatan Sentuh Level Terkuat Sejak Juli 2025, Ini Pemicunya
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 16.00
PT Uni-Charm Indonesia Umumkan Laporan Keuangan Positif di Semester I-2026
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 00.03
Efek 'Sulap' Prabowo, Valuasi Emiten BUMN Ini Melonjak Drastis
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.52