Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Karhutla Masih Tersisa 209,78 Hektare, Penerbangan Terganggu

Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa sejumlah karhutla di Sumatera dan Kalimantan masih tersisa 209,78 hektare setelah berhasil memadamkan 1.002,74 hektare dari total 1.212,52 hektare. Luas area terbakar terbesar berada di Kalimantan Selatan (63,16 hektare) dan terendah di Kalimantan Barat (11,74 hektare). Operasi modifikasi cuaca (OMC) belum berhasil di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, sehingga asap tebal mengganggu penerbangan komersial dan operasional udara di kedua wilayah tersebut.

Dampak karhutla pada penerbangan tertinggi tercatat di Kalimantan Tengah dengan 201 penerbangan terdampak (79 delay, 121 cancelled/postponed, 1 diverted) selama periode 14-20 September 2026. Kalimantan Timur mencatat 138 penerbangan terdampak dan Kalimantan Utara 70 penerbangan terdampak. Jumlah penerbangan terdampat meningkat dibanding periode sebelumnya (159 penerbangan). Jarak pandang terendah mencapai 50 meter di beberapa bandar udara seperti Bandara Tjilik Riwut dan Bandara Iskandar.

Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan keselamatan penerbangan. Di Kalimantan Barat, Bandara Supadio mencatat keterlambatan 42-195 menit dan beberapa penerbangan dibatalkan. Kementerian menekankan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama, sehingga operasional dapat tertunda, dibatalkan, atau dialihkan sesuai kondisi lapangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait