KDM Dinilai Terlalu Berisik Meributkan Hal-Hal Sepele Tapi Tidak Punya Perencanaan yang Baik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Isu perubahan APBD Jawa Barat 2026 yang terjadi tujuh kali mendapat kritik dari pemerhati sosial Ali Syarief. Ia menilai gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi terlalu fokus pada solusi teknis cepat saja tanpa perencanaan strategis jangka panjang. Dari rapat yang dikabarkan, Dedi menyatakan tidak peduli perencanaan, cukup selesaikan masalah bila ada dana. Ali menekankan provinsi sebesar Jawa Barat membutuhkan perencanaan terstruktur untuk pendidikan, lingkungan, transportasi, dan bencana. Sementara itu, frekuensi perubahan APBD perlu dikonfirmasi resmi, meski dapat terjadi karena kebijakan atau kondisi darurat.
Bagikan
Berita terkait
Dedi Mulyadi: Pengen Dihormat-hormat Ketika Kunjungan, Tapi yang Dikunjunginya Tetap Menderita...
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.47
Dedi Mulyadi Sindir Sosok Feodalistik: Penjajah Emang Kejam, Tapi Sikap Menjajah Bangsa Sendiri...
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.40
Dedi Mulyadi: Kita Harus Malu ke Status Diri Sendiri, Tidak Terus-terusan Berpikir Naikkan Tunjangan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.27
Isu Duet Dedi Mulyadi-Ahok di Pilpres 2029 Mencuat, Aktivis 212 Senggol Potensi Politik Identitas Lagi
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 17.07