Kebutuhan Listrik AI Melonjak, Taipan Malaysia Bangun Pembangkit di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4183194/original/091967600_1665052909-IMG-20221006-WA0005.jpg)
YTL Power International, konglomerat Malaysia yang dikendalikan oleh keluarga Yeoh, sedang mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas lebih dari 5,2 gigawatt di Malaysia serta negara-negara tetangga di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Langkah ini sejalan dengan lonjaknya kebutuhan listrik akibat pertumbuhan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi lebih dari US$ 10,5 miliar dan akan mencapai total kapasitas terpasang hampir 11 gigawatt pada 2030. Untuk mendukung ekspansi ini, YTL Power telah menandatangani kesepakatan pembelian empat turbin gas tambahan dari Siemens Energy, menjadikan total pesanan tujuh unit.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 10.19
Indointernet Dapat Pinjaman Rp885 Miliar, Dananya untuk Data Center
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 07.10
Alasan Tidak Ikut Tren Viral AI di Media Sosial, Bawa Petaka Besar
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 14.30
Petinggi AI Serukan Perlambatan, Wall Street Malah Borong Saham
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 14.00
Raksasa Teknologi Tumbang Seketika, Dampaknya ke Mana-Mana
Berita terkait
Indonesia Membangun Data Center AI, Bukan Industri AI
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 08.08
Saham Naik 13 Kali Lipat, Bos Data Center Ungkap Sumber Duit Baru
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.50
Investasi Data Center AI Rp82 Triliun Masuk Batang, Jawa Tengah Bidik Industri Teknologi Tinggi
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 18.30
AI-Data Center Meledak, Bos Kawasan Industri Tunjuk Ancaman Masalah
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 11.50