Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemendag: 82 Persen Ekspor RI Kini Produk Industri Pengolahan

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa produk industri pengolahan mendominasi ekspor nonmigas Indonesia dengan kontribusi 82 persen pada 2026. Peningkatan ini dibandingkan tahun sebelumnya (79 persen) dan jauh dari 30 persen dalam 15 tahun terakhir. Transformasi ini dipicu oleh hilirisasi yang semakin masif, seperti pada industri kelapa sawit dan baja. Pada industri baja, Indonesia tidak hanya mengekspor hasil semi-jadi tetapi juga produk jadi seperti baja struktural dan baja pipa untuk industri Eropa, bahkan telah diekspor ke Amerika Serikat dan Kanada.

Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, menekankan bahwa ekspor Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan komoditas mentah, melainkan telah menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Selain itu, ekspor Indonesia pada 2026 tumbuh 4,43 persen dan neraca perdagangan mencatat surplus US$3 miliar pada Januari-Juli 2026.

Pasar utama ekspor nonmigas Indonesia meliputi China, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Malaysia. Kemendag juga melihat peluang pengembangan produk berbasis bioenergi yang memiliki nilai tambah besar.

Berita terkait