Kemendag: 82 Persen Ekspor RI Kini Produk Industri Pengolahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa produk industri pengolahan mendominasi ekspor nonmigas Indonesia dengan kontribusi 82 persen pada 2026. Peningkatan ini dibandingkan tahun sebelumnya (79 persen) dan jauh dari 30 persen dalam 15 tahun terakhir. Transformasi ini dipicu oleh hilirisasi yang semakin masif, seperti pada industri kelapa sawit dan baja. Pada industri baja, Indonesia tidak hanya mengekspor hasil semi-jadi tetapi juga produk jadi seperti baja struktural dan baja pipa untuk industri Eropa, bahkan telah diekspor ke Amerika Serikat dan Kanada.
Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, menekankan bahwa ekspor Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan komoditas mentah, melainkan telah menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Selain itu, ekspor Indonesia pada 2026 tumbuh 4,43 persen dan neraca perdagangan mencatat surplus US$3 miliar pada Januari-Juli 2026.
Pasar utama ekspor nonmigas Indonesia meliputi China, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Malaysia. Kemendag juga melihat peluang pengembangan produk berbasis bioenergi yang memiliki nilai tambah besar.
Bagikan
Berita terkait
Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Ekspor RI, Tumbuh 7,16% hingga Juli 2026
kumparan · 4 September 2026 pukul 03.00
Tetra Pak Soroti Peluang Besar Indonesia Naik Kelas Lewat Hilirisasi Kelapa
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 19.35
RI Dorong Transformasi Ekspor Bernilai Tambah dan Berkelanjutan
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 16.18
Kemendag: Permintaan meningkat dorong kenaikan HPE emas
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 07.28