RI Dorong Transformasi Ekspor Bernilai Tambah dan Berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia sedang menghadapi tantangan untuk mengubah strategi ekspor menuju produk berkelanjutan dan bernilai tambah. Menurut penyelenggara, daya saing negara tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya alam, melainkan kemampuan mengolah komoditas menjadi produk bernilai tinggi melalui proses hilirisasi dan industrialisasi. Untuk mencapai hal ini, diperlukan peningkatan produktivitas, efisiensi, teknologi, serta kapasitas industri pengolahan. Rantai pasok yang terintegrasi dari produksi, pengolahan, logistik, pembiayaan, hingga distribusi menjadi kunci keberhasilan. Penguatan pembiayaan perdagangan dan pengelolaan risiko juga merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem ekspor yang kompetitif. Berbagai strategi ini akan dibahas dalam CNN Indonesia Economic Forum 2026 dengan tema 'The Future of Indonesia's Exports: Transforming Towards Value-Added, Competitive and Sustainable Growth' yang diselenggarakan pada Senin (7/9) di Studio 2 CNN Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 17.05
Tekstil Bukan Industri Senja, Pemerintah Siapkan Jurus Baru
kumparan · 4 September 2026 pukul 03.00
Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Ekspor RI, Tumbuh 7,16% hingga Juli 2026
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.05
Menperin Target TKDN Mobil Listrik RI Naik Jadi 80% di 2030, Caranya?
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 16.10
Kalahkan Thailand, Industri Manufaktur RI Tembus Peringkat 12 Dunia
Berita terkait
RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 13.36
Membanggakan, Hanger Buatan Indonesia Siap Menghiasi Rantai Pasok Global
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 10.09
Agus Gumiwang Ungkap 'PR Besar' Industri RI, Utilisasi Baru 64,8%
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 19.34
Maersk Logistics Indonesia Jadi Pusat Logistik Berikat, Ini Harapan Bea Cukai
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.59