Kemenko Hilirisasi Dibentuk, INDEF GTI: Perbaiki Strategi Hilirisasi Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah membentuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Hilirisasi dan Transisi Energi untuk membenahi strategi hilirisasi yang terhambat regulasi tumpang tindih, ketidaksesuaian bahan baku, serta masalah akses energi dan pasar. Direktur INDEF Green Transition Initiative, Imaduddin Abdullah, menilai lembaga ini krusial untuk mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian agar transisi energi lebih terarah.
Salah satu fokus utama adalah percepatan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp. Berdasarkan kajian INDEF GTI dan Systemiq, terdapat delapan kawasan prioritas yang berpotensi menyerap listrik bersih sebesar 24-31 TWh per tahun. Potensi ini setara dengan kapasitas PLTS 8-13 GW, atau sekitar 8-13 persen dari target nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 15.40
INDEF Sambut Kemenko Baru di Bawah Bahlil, Percepat Transisi Energi
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 19.15
Koordinasi Sebagian Menteri Teknis Bakal Pindah dari Airlangga ke Bahlil
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 12.30
Bahlil Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 09.25
Bahlil Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi-Transisi Energi
Berita terkait
Satu Dekade Mendorong Energi Bersih, SUN Masuki Fase Baru Elektrifikasi Industri Indonesia
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 05.00
Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.00
Koalisi Bali Emisi Nol Bersih Sorot PLTS 100 GWp Gilimanuk, Status Wait & See
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 11.08
Dukung Transisi Energi, IMIP Terus Kembangkan PLTS Kawasan
Detik.com · 28 September 2026 pukul 16.20