Kemenperin Bidik TKDN Mobil Listrik 80 Persen, Industri Baterai Ikut Digenjot
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan TKDN kendaraan listrik mencapai 80 persen pada 2030. Target ini dibagi menjadi 40 persen pada 2026, 60 persen pada 2027-2029, sebelum mencapai 80 persen pada 2030. Saat ini, TKDN rata-rata produk EV di Indonesia sebesar 44,51 persen dengan komitmen investasi Rp30,4 triliun dan 40.000 tenaga kerja langsung. Pengembangan rantai pasok baterai mencakup pengolahan nickel sulfate, cobalt sulfate (2024-2025), serta material katoda dan anoda (2026-2030). Pemerintah juga menyiapkan standar baterai untuk EV roda dua dan mekanisme penukaran baterai. Beberapa produsen seperti Chery, Wuling, dan Hyundai telah membangun fasilitas produksi di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 14.25
Produksi Motor Listrik Nasional Ditarget 100.000 Unit, TKDN 60%
Detik.com · 9 September 2026 pukul 12.11
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Mentrans: Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Berita terkait
BYD Bangun Ekosistem Baterai di Indonesia, Begini Nasib Baterai Mobil Lama
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 00.45
Menperin Target TKDN Mobil Listrik RI Naik Jadi 80% di 2030, Caranya?
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.05
Danantara Jajaki Investasi hingga Rp2 Triliun ke VKTR, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 09.05
INDEF Ingatkan Baterai NMC Bisa Bikin Harga MOLINAS Mahal
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 13.40