Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Kemenperin Kejar Dekarbonisasi 9 Industri Penyumbang Emisi Terbesar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan peta jalan dekarbonisasi sektor industri untuk mencapai net zero emissions (NZE) pada 2050. Sembilan subsektor manufaktur dengan kontribusi emisi terbesar menjadi fokus utama, yaitu industri semen, pupuk amonia, logam, pulp dan kertas, kimia, tekstil, keramik dan kaca, makanan dan minuman, serta otomotif. Langkah ini dilaksanakan sesuai dengan Paris Agreement, target NDC, dan Visi Indonesia Emas 2045. Peta jalan mengidentifikasi sumber emisi dari energi, proses industri, dan limbah, lalu dikelompokkan ke dalam enam pilar: efisiensi energi dan material, substitusi bahan bakar, pemutakhiran proses produksi, elektrifikasi dan energi terbarukan, hingga penangkapan karbon. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penangkapan karbon di sektor petrokimia untuk mengolah emisi menjadi soda abu. Pemerintah menargetkan produksi soda ash lokal mencapai 600.000 ton dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sehingga mengurangi impor sebesar 60 persen dari total kebutuhan nasional yang mencapai 1 juta ton per tahun. Untuk memantau keberhasilan, perusahaan di sembilan subsektor wajib melaporkan emisi gas rumah kaca secara periodik melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Berita terkait