Kemenperin Kejar Dekarbonisasi 9 Industri Penyumbang Emisi Terbesar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan peta jalan dekarbonisasi sektor industri untuk mencapai net zero emissions (NZE) pada 2050. Sembilan subsektor manufaktur dengan kontribusi emisi terbesar menjadi fokus utama, yaitu industri semen, pupuk amonia, logam, pulp dan kertas, kimia, tekstil, keramik dan kaca, makanan dan minuman, serta otomotif. Langkah ini dilaksanakan sesuai dengan Paris Agreement, target NDC, dan Visi Indonesia Emas 2045. Peta jalan mengidentifikasi sumber emisi dari energi, proses industri, dan limbah, lalu dikelompokkan ke dalam enam pilar: efisiensi energi dan material, substitusi bahan bakar, pemutakhiran proses produksi, elektrifikasi dan energi terbarukan, hingga penangkapan karbon. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penangkapan karbon di sektor petrokimia untuk mengolah emisi menjadi soda abu. Pemerintah menargetkan produksi soda ash lokal mencapai 600.000 ton dalam dua hingga tiga tahun ke depan, sehingga mengurangi impor sebesar 60 persen dari total kebutuhan nasional yang mencapai 1 juta ton per tahun. Untuk memantau keberhasilan, perusahaan di sembilan subsektor wajib melaporkan emisi gas rumah kaca secara periodik melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Bagikan
Berita terkait
Pertamina Lampaui Target Pengurangan Emisi, Capaian Semester I Tembus 118%
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 20.47
Kementerin Bantah Tambahan Impor 150 Ribu Ton Gula Kristal Rafinasi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.33
Kemenperin Tegaskan Tidak akan Tambah Pasokan Gula Mentah untuk Rafinasi
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 11.30
Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 23.58