Kemenperin Tegaskan Tidak akan Tambah Pasokan Gula Mentah untuk Rafinasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4701237/original/004475600_1703819157-world-diabetes-day-sugar-cubes-glass-bowl-dark-floor.jpg)
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan tidak ada penambahan kuota atau alokasi Gula Kristal Mentah (GKM) untuk pabrik gula rafinasi pada tahun 2026. Impor GKM sebesar 150.000 ton ditujukan khusus untuk industri makanan, minuman, dan farmasi, bukan untuk konsumsi masyarakat. Realisasi impor bahan baku GKM untuk GKR pada 2025 mencapai 99,99%, bahkan alokasi tersebut diturunkan pada 2026 akibat reformulasi industri terkait pembatasan gula, garam, dan lemak (GGL). Kemenperin menegaskan kebijakan dan volume pasokan bahan baku tetap sesuai Neraca Komoditas yang ditetapkan pada akhir 2025. Gula termasuk barang dalam pengawasan berdasarkan Keppres Nomor 57 Tahun 2004, dengan tiga jenis yang diatur: GKM, GKR, dan GKP. Sejak 2024, Kemenperin membatasi produksi GKR dan GKP yang berbahan baku impor melalui Permenperin Nomor 47 Tahun 2024. GKR yang diproduksi hanya boleh didistribusikan ke industri pengguna, bukan ke pasar konsumen. Kemenperin berkomitmen menjaga tata kelola peredaran gula agar sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 September 2026 pukul 12.01
Kemenperin Tepis Kabar Ada Tambahan Kuota Impor Gula 150 Ribu Ton
Berita terkait
Kemenperin Bidik Generasi Muda untuk Jadi Penggerak Industri Masa Depan
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 20.28
Kemenperin Proyeksi Ekspor Mamin Tembus Rp1.466 Triliun pada 2029
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.46
2 Juta Ton Baja Lapis Seng China Masuk RI, Industri Lokal Kena Imbas
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 21.00
Kemenperin: Pengusaha Soroti Produktivitas-Kompetensi di DIM RUU Ketenagakerjaan
kumparan · 11 September 2026 pukul 04.00