Kena Sanksi Ekonomi AS, Begini Cara Iran Masih Bisa Transaksi Internasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Meski sanksi ekonomi AS yang ketat, Iran berhasil mengalirkan sekitar US$9 miliar (Rp158 triliun) ke sistem perbankan AS pada 2024 melalui jaringan bank asing, perusahaan cangkang, rumah penukaran mata uang, dan aset kripto. Transaksi ini memanfaatkan hubungan korespondensi bank serta metode pengaburan dana untuk menyembunyikan keterkaitan dengan Iran. Sektor minyak tetap menjadi sumber pendapatan utama, dengan Iran menyimpan sekitar 80 juta barel minyak mentah di kapal tanker di perairan Asia, sementara China menjadi pembeli terbesar dengan impor lebih dari 500.000 barel per hari pada Agustus 2026. Untuk menghindari deteksi, Iran menggunakan teknik pemindahan muatan di laut dan pembayaran menggunakan mata uang yuan. Selain itu, Iran memanfaatkan aset kripto bernilai miliaran dolar untuk perdagangan luar negeri dan pendanaan militer, sementara jaringan perusahaan cangkang di Hong Kong dan Dubai membantu mengonversi hasil minyak ke mata uang keras. Meskipun berhasil mengelak sanksi, Iran masih bergantung pada dolar AS, euro, dan dirham UAE untuk impor dan dukungan regional. Kompleksitas sistem keuangan global dan tingginya permintaan energi menciptakan celah bagi transaksi yang bertahan di tengah penegakan sanksi internasional.
Bagikan
Berita terkait
Trump Benar-Benar Frustasi Belum Menang Lawan Iran, Ini Buktinya
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 07.10
Harga Minyak Stabil, Iran Klaim Capai Kesepakatan dengan Oman
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 07.40
Menlu Iran Abbas Araghchi Sebut Sanksi Ekonomi AS Pasti Gagal
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.04
HNW Minta 8 Negara Anggota OKI Jatuhkan Sanksi Ekonomi terhadap Israel
Detik.com · 9 September 2026 pukul 12.38