Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Trump Benar-Benar Frustasi Belum Menang Lawan Iran, Ini Buktinya

Serangan AS di Pulau Larak yang menghancurkan dua peluncur roket Iran menandakan kecewa Washington atas lambatnya dampak sanksi ekonomi. Amerika Serikat menyerang Iran untuk menghentikan peluncuran roket bermuatan ranjau ke Selat Hormus, mengakhiri jeda pertempuran satu bulan. Iran membalas dengan meluncurkan delapan rudal yang dicegang sistem pertahanan udara Yordania. Analis Ian Ralby menilai serangan tersebut upaya mengubah situasi yang stagnan, bukan perubahan strategi total. Trump pernah mengancam menghancurkan Pulau Kharg, namun kemungkinan hanya retorika. Iran diprediksi menghindari konfrontasi langsung dengan AS, lebih memilih pembalasan melalui kelompok mitra seperti Houthi. Serangan AS di Larak dapat menurunkan produksi minyak hingga 7 juta barel per hari, menyebabkan kenaikan harga. Mantan penasihat AS Joe Kent mengungkapkan ancaman penggunaan senjata nuklir sebagai opsi terakhir jika tidak berhasil menyingkirkan kepemimpinan Iran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait