Trump Benar-Benar Frustasi Belum Menang Lawan Iran, Ini Buktinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan AS di Pulau Larak yang menghancurkan dua peluncur roket Iran menandakan kecewa Washington atas lambatnya dampak sanksi ekonomi. Amerika Serikat menyerang Iran untuk menghentikan peluncuran roket bermuatan ranjau ke Selat Hormus, mengakhiri jeda pertempuran satu bulan. Iran membalas dengan meluncurkan delapan rudal yang dicegang sistem pertahanan udara Yordania. Analis Ian Ralby menilai serangan tersebut upaya mengubah situasi yang stagnan, bukan perubahan strategi total. Trump pernah mengancam menghancurkan Pulau Kharg, namun kemungkinan hanya retorika. Iran diprediksi menghindari konfrontasi langsung dengan AS, lebih memilih pembalasan melalui kelompok mitra seperti Houthi. Serangan AS di Larak dapat menurunkan produksi minyak hingga 7 juta barel per hari, menyebabkan kenaikan harga. Mantan penasihat AS Joe Kent mengungkapkan ancaman penggunaan senjata nuklir sebagai opsi terakhir jika tidak berhasil menyingkirkan kepemimpinan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 16.50
AS Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, Selat Hormuz Jadi Titik Panas
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 05.12
AS Serang Dua Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz Kembali Memanas
Berita terkait
Iran Sukses Kantongi Pendapatan Minyak Rp133,2 T meski Diblokade AS
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 19.55
AS Tidak Bisa Putus Hubungan Iran dengan Dunia Luar
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 17.24
Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Kini Sentuh US$ 93,82
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.10
Negara Arab Nekat Jalankan Kapal Hantu Tanpa Sinyal, Harga Minyak Batal Tembus USD150/Barel
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 08.53