Kerugian Serangan Siber RI Capai US$6,2 Miliar, BI Pertebal Sistem Keamanan QRIS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kerugian akibat serangan siber di Indonesia diperkirakan mencapai US$6,2 miliar pada 2026, menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Pesatnya adopsi AI dan otomasi meningkatkan risiko cyber, penyalahgunaan data, fraud, dan scam. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, BI memperkuat sistem keamanan QRIS. Hingga 2026, jumlah merchant QRIS mencapai 47,11 juta (13,83% pembiayaan tahunan), sementara pengguna QRIS diproyeksikan 69,32 juta pada akhir tahun. Besarnya ekosistem digital memerlukan sinergi kebijakan keamanan sistem pembayaran antara BI, industri, dan K/L untuk melindungi konsumen. Transaksi melalui SNAP mencapai 2,69 miliar transaksi (67,16% pertumbuhan tahunan) pada Agustus 2026. Digitalisasi tetap menjadi instrumen utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi harus beriringan dengan penguatan keamanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.00
BI Digitalisasi Sistem Pembayaran Pemda-Warga RI, Daya Beli Terkerek!
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 12.19
Fakta Terbaru dari Bos BI, Ternyata 1 dari 4 Orang di RI Pakai QRIS
Detik.com · 23 September 2026 pukul 14.29
MenPAN-RB: Lulusan BSSN Hadir sebagai Benteng Pertahanan Siber
Berita terkait
BI dorong digitalisasi pembayaran UMKM untuk perluas pembiayaan
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 09.22
BI Bebaskan Biaya QRIS untuk Seluruh Merchant Mulai 1 Oktober 2026
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 09.26
BI Catat Merchant QRIS Tembus 47,11 Juta, Naik 13,83%
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.53
Mengenal QRIS Pocket, Perangkat Ringkas yang Ubah Cara Bayar Parkir Jalanan
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 13.08