Rupiah Dibuka Melemah ke 17.645 per Dolar AS, Tapi Ada Harapan Menguat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
Rupiah dibuka melemah tipis menjadi 17.645 per dolar AS pada Selasa (8/9/2026), turun 0,03 persen dari penutupan sebelumnya (17.640). Meski melemah, ada harapan menguat karena membaiknya mata uang kawasan Asia, terutama yen Jepang, serta penurunan indeks dolar AS. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memproyeksikan rupiah bisa menguat tipis pada perdagangan hari itu. Yen Jepang menguat hingga 155 per dolar AS berdasarkan spekulasi Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga pada pertengahan September 2026. Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, mendukung penurunan indeks dolar AS. Namun, kekhawatiran defisit neraca perdagangan di dalam negeri masih terangkan oleh kenaikan harga minyak Brent (USD 98/buah) dan WTI (USD 93/buah) serta impor naik 27 persen secara tahunan, yang meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk pembayaran impor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 11.41
Mayoritas Mata Uang Kawasan Membaik, Rupiah Diperkirakan Menguat
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 11.04
Rupiah diprediksi menguat karena mayoritas mata uang kawasan membaik
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 09.29
Rupiah Dibuka Melemah Rp17.645 per dolar AS Pagi Ini
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 09.03
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.635
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Melemah Lagi, Tertekan Imbal Hasil Treasury AS
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 17.15
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.763, Tekanan Dolar AS Diramal Masih Berlanjut
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 16.39
Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.750/US$
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.05
Rupiah Hari Ini Kembali Loyo ke 17.774 Imbas Harga Minyak
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 11.45