Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Inklusi Keuangan Menjadi Kerja Kolektif Antarbank

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen, melampaui target RPJMN 2025–2029 sebesar 93 persen yang seharusnya tercapai pada 2029. Namun, meskipun akses terhadap layanan keuangan semakin luas, akses pembiayaan produktif bagi UMKM masih terbatas. Hingga Juni 2026, pembiayaan UMKM lintas sektor jasa keuangan mencapai Rp1.948,72 triliun, dengan perbankan menyumbang 82,44 persen (Rp1.519,35 triliun), namun pertumbuhan kredit UMKM perbankan hanya 1,05 persen secara tahunan. Selain itu, fasilitas kredit yang belum ditarik mencapai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari total plafon kredit, menunjukkan adanya kesenjangan antara likuiditas yang tersedia dan kebutuhan riil pihak yang membutuhkan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait