Ketika Inklusi Keuangan Menjadi Kerja Kolektif Antarbank
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen, melampaui target RPJMN 2025–2029 sebesar 93 persen yang seharusnya tercapai pada 2029. Namun, meskipun akses terhadap layanan keuangan semakin luas, akses pembiayaan produktif bagi UMKM masih terbatas. Hingga Juni 2026, pembiayaan UMKM lintas sektor jasa keuangan mencapai Rp1.948,72 triliun, dengan perbankan menyumbang 82,44 persen (Rp1.519,35 triliun), namun pertumbuhan kredit UMKM perbankan hanya 1,05 persen secara tahunan. Selain itu, fasilitas kredit yang belum ditarik mencapai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari total plafon kredit, menunjukkan adanya kesenjangan antara likuiditas yang tersedia dan kebutuhan riil pihak yang membutuhkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.39
Tak Gentar Medan Sulit, Kisah Mantri BRI Dampingi Pelaku Usaha Cianjur Selatan
Berita terkait
MEKAR Catat Pembiayaan Produktif Capai 89,2%, Jangkau Lebih 133.000 UMKM
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 12.21
BPS-OJK Umumkan Indeks Literasi dan Keuangan Masyarakat Meningkat
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 15.14
KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,6 Triliun, 56 Ribu Debitur Naik Kelas
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 07.45
Bukan Gen Alpha, Ini Generasi yang Jadi Raja Keuangan RI
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 10.10