Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Kinerja dan Transformasi Bisnis Perkuat Posisi Pupuk Indonesia di Fortune Indonesia 100

PT Pupuk Indonesia (Persero) naik ke peringkat 14 dalam Fortune Indonesia 100 tahun 2026, sekaligus menjadi BUMN dengan pendapatan terbesar ke-8 di Indonesia. Pendapatan perusahaan tumbuh dari Rp 81,6 triliun pada 2024 menjadi Rp 90,4 triliun pada 2025. Pada Fortune Southeast Asia 500 2026, posisinya juga naik dari peringkat 69 menjadi 68. Direktur Operasi Dwi Satriyo Annurogo menyatakan bahwa kenaikan ini mencerminkan penguatan fundamental perusahaan melalui transformasi tata kelola dan operasional yang didukung pemerintah serta koordinasi dengan Danantara Indonesia.

Transformasi dilakukan berdasarkan Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 113 Tahun 2025. Perpres 6/2025 menyederhanakan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga distribusi lebih cepat dan tepat sasaran. Dampaknya, penyaluran pupuk subsidi pada 2025 mencapai 8.110.571 ton, naik 10,68% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, Perpres 113/2025 mengubah mekanisme subsidi dari cost-plus ke marked-to-market serta pembayaran bahan baku di muka, yang mendorong efisiensi operasional dan menjaga pasokan kepada petani.

Sejak Oktober 2025, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi turun 20%. Pupuk Indonesia juga menargetkan pembangunan dan peremajaan delapan pabrik dalam lima tahun untuk meningkatkan efisiensi energi dan kapasitas produksi. Salah satu proyek yang selesai adalah Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur, yang berhasil menurunkan konsumsi gas lebih dari 10%. Di sisi pengembangan bisnis, perusahaan memperluas portofolio menuju industrial and specialty chemical powerhouse melalui pembangunan pabrik soda ash dan rencana pengembangan pabrik metanol.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait