Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

KNKT Sebut Pelatihan Tanggap Darurat Awak Kapal Harus Jadi Kebutuhan

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendorong agar pelatihan tanggap darurat di kapal menjadi kewajiban wajib, bukan sekadar formalitas. Hal ini sebagai respons terhadap belum optimalnya penanganan kedaruratan di kapal roro, yang sering berujung pada banyaknya korban dalam kecelakaan. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan bahwa hasil investigasi dan praktik lapangan menunjukkan penanganan kedaruratan di kapal masih belum maksimal.

Pelatihan tanggap darurat dianggap penting untuk melatih awak kapal agar dapat menanggapi situasi mendesak dengan efektif. Menurut Soerjanto, latihan tersebut tidak ditujukan untuk menilai keberhasilan, tetapi untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan agar dapat dilakukan perbaikan. Dalam simulasi yang pernah dilakukan KNKT, ditemukan berbagai kendala seperti kesulitan penggunaan selang hidran saat muatan penuh, serta lama pemasangan pakaian anti api yang membutuhkan waktu lima hingga delapan menit.

Selain itu, penggunaan jaket pelampung (life jacket) juga membutuhkan waktu tiga hingga enam menit, bahkan setelah diberikan briefing. Kendala-kendala ini termasuk minimnya kapal penolong dan hambatan fisik saat mengakses peralatan keselamatan. KNKT menekankan pentingnya pelatihan rutin untuk memastikan seluruh awak kapal dan penumpang siap menghadapi situasi darurat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait