Koalisi Transisi Bersih Soroti Risiko Ekspansi Lahan di Balik Target Bioetanol E20
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Koalisi Transisi Bersih menyoroti risiko ekspansi lahan untuk bioetanol E20 di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Papua yang masih rentan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah targetkan E20-E50 dengan membutuhkan 1-2 juta hektare lahan untuk tebu, singkong, dan jagung, menggantikan impor bensin. Namun, pengembangan ini berpotensi mengulang pola deforestasi seperti kelapa sawit (17,3 juta hektare) dan HTE (41.707 hektare 2022-2024). Greenpeace menyebut Papua Selatan menjadi fokus dengan alokasi 2,7 juta hektare untuk KSPEAN, termasuk 637.420 hektare perkebunan tebu. Koalisi meminta kajian menyeluruh sebelum pembukaan lahan baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 12.36
PTPN Group Bangun Ekosistem Singkong untuk Pangan dan Energi Nasional
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 20.15
Awas Rencana Besar Bioetanol Cuma Mimpi, Sosok Ini Tunjuk Akar Masalah
Berita terkait
Harga Bioetanol RI Naik Rp11.814/Liter, Berlaku September 2026
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 11.25
Mentan Amran siapkan 2 juta hektare untuk pengembangan bioetanol
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 22.41
Amran Melibatkan 44 Bupati Perkuat Pengembangan Industri Bioetanol
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 18.00
Prabowo Mau Tancap Gas E50, Mandatori Bioetanol Dinilai Harus Bertahap
kumparan · 20 September 2026 pukul 20.30