Prabowo Mau Tancap Gas E50, Mandatori Bioetanol Dinilai Harus Bertahap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengembangan bahan bakar bioetanol 50 persen (E50). Namun, Direktur Eksekutif CESS, Ali Ahmudi Achyak, menilai kebijakan ini harus dilakukan bertahap, dimulai dari E5 atau E10. Hal ini dikarenakan keterbatasan lahan bahan baku seperti tebu, jagung, dan singkong yang tidak semelimpah kelapa sawit pada program biodiesel, serta belum siapnya infrastruktur penyimpanan dan distribusi Pertamina.
Kementerian ESDM saat ini tengah mengkaji program E20 untuk menarik investor. Proyeksi kebutuhan bioetanol murni diperkirakan mencapai 333.000 KL pada 2026 untuk campuran 5 persen, meningkat menjadi 681.000 KL pada 2027 untuk campuran 10 persen, dan 1,39 juta KL pada 2028 untuk campuran 20 persen. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah membutuhkan tambahan sekitar 15 pabrik pengolahan bioetanol pada tahun depan.
Bagikan
Berita terkait
Kementerian ESDM Mulai Kajian Teknis Bioetanol 20%, Bahas Harga hingga Volume
kumparan · 3 September 2026 pukul 13.52
Seskab ungkap enam langkah Presiden Prabowo menuju kemandirian energi
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 15.53
BBM Campuran Etanol Baru Tersedia di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 18.11
ESDM Targetkan Bensin E20 Meluncur 2028, Cukai Bioetanol Dihapus
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.27