Kondisi UMKM RI: Modal Makin Mudah, Akses Pasar Masih Mampet
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054736/original/007210600_1734419905-8bd6d0a2-0e08-4744-b916-300008009aa3.jpeg)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan akses pembiayaan UMKM mencapai Rp 1.500 triliun, namun belum cukup menarik pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah. Fokus penguatan UMKM masih pada sisi hulu seperti modal dan pelatihan, sedangkan akses pasar tetap mampet. Pasar domestik dipenuhi produk impor, sehingga UMKM kesulitan menjual barang meski sudah memiliki kapasitas produksi. Pemerintah harus menjaga keseimbangan antara produk impor dan lokal agar UMKM tidak terdampak. Realisasi pembiayaan UMKM saat ini 16,8% dari target 25% dalam RPJMN, dan peningkatan modal tanpa pasar yang memadai berpotensi meningkatkan kredit bermasalah (NPL). Kementerian UMKM mengembangkan sistem SAPA UMKM dan digitalisasi untuk memperbarui data 57 juta UMKM secara berkala.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 17.40
Dibanding Malaysia dan Thailand, Pasar Pembiayaan RI Masih Sangat Besar
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.25
Airlangga Bakal Perluas Pembiayaan Buat UMKM, Naik Jadi Rp2.000 T
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 14.07
OJK Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.948 T per Juni 2026
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.41
UMKM Tanjung Raya Belajar Jualan Online, SBM ITB Buka Jalan Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Berita terkait
Bank Mandiri Bantu 56 Ribu UMKM Naik Kelas Lewat KUR
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.52
Menteri Maman: UMKM Dapat Modal, Pasar Jangan Sampai Hilang
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 21.45
Airlangga Dorong Generasi Naruto Kelola UMKM Pakai AI
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 13.15
UMKM Finance Summit: Airlangga Naikkan Target Pembiayaan Jadi Rp 2.000 Triliun
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.45