Pusingnya Warga RI: Uang Sekolah-Sembako Mahal, Jadi "Malas" Beli Baju
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan didukung pasar domestik yang besar. Namun, Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wiraswasta mengungkapkan pertumbuhan konsumsi masyarakat melambat dari rata-rata 6,5% per tahun sebelum pandemi menjadi kisaran 5% saat ini. Pelemahan ini terdampak langsung pada konsumsi produk TPT karena pakaian harus bersaing dengan kebutuhan rumah tangga lainnya dalam memperebutkan anggaran belanja warga.
Tekanan utama datang dari kenaikan harga pangan dan kebutuhan sehari-hari yang menggeser pola konsumsi. Biaya pendidikan juga turut meningkat berdasarkan data BPS Juli 2026: biaya TK naik 1,73% (mtm), bimbingan belajar 1,58%, dan SD 1,17%. Kenaikan biaya TK bahkan lebih tinggi dibanding Juli 2025 (1,59%). Meskipun demikian, Redma menilai dampak biaya sekolah terhadap industri TPT lebih kecil dibanding tekanan kebutuhan pokok seperti pangan dan transportasi.
Di tengah pelemahan konsumsi, pasar domestik tetap menjadi daya tarik investasi industri TPT. Kemampuan masyarakat meningkatkan belanja akan menentukan seberapa kuat pertumbuhan industri ke depan.
Bagikan
Berita terkait
Inflasi Bayangi Pertumbuhan EKonomi di Akhir 2026
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.09
Pemerintah Kasih Bukti "Isi Dompet" Warga RI Terjaga
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.50
Membaca Arti Deflasi Juli 2026: Pasokan Melimpah atau Daya Beli Lesu?
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.10
Uang Sekolah SD dan TK Kerek Inflasi Inti 0,14% di Juli 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.40